Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Di Tengah Ketidakpastian Kebijakan, SAPMA PP Kota Tasikmalaya Melalui MUSAPP Tegaskan Peran Menjaga Nilai Keislaman dan Moralitas Publik

Sinar Bintang kota Tasikmalaya —  jum'at 28 Agustus 2026 Persoalan tata nilai, moralitas sosial, dan arah pembangunan berkelanjutan Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan mendalam, menyusul belum adanya kepastian komitmen dari para pemangku kebijakan terhadap berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat melalui jalur resmi.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, selaku lembaga yang memegang fungsi legislasi, pengawasan, dan representasi aspirasi publik, seyogyanya mampu membuka ruang penyelesaian yang transparan dan konkret terhadap berbagai persoalan yang menjadi keresahan bersama. Namun, setelah beberapa kali rangkaian audiensi dilaksanakan, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya menilai masih terdapat ketidakjelasan mengenai langkah tindak lanjut serta komitmen nyata DPRD dalam menjawab tuntutan masyarakat untuk kemajuan Kota Tasikmalaya.

Persoalan ini bukan semata-mata ranah politik, melainkan menyentuh fondasi kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan. Ketika aspirasi telah disampaikan melalui mekanisme resmi, namun belum memperoleh jawaban yang memadai, maka muncul pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana keseriusan pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan amanah yang diemban dari masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya melalui Majelis Ukhuwah SAPMA Pemuda Pancasila (MUSAPP) menyatakan sikap untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian nilai-nilai keislaman, moralitas, dan keharmonisan kehidupan sosial masyarakat Kota Tasikmalaya.

MUSAPP hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang berkomitmen menjaga identitas Kota Tasikmalaya sebagai daerah yang bercorak religius. Kehadirannya bukan bermaksud mengambil alih kewenangan pemerintah, melainkan sebagai wujud kepedulian masyarakat ketika ruang-ruang pengawasan sosial memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. 

SAPMA Pemuda Pancasila menegaskan bahwa peredaran minuman keras, maraknya penyakit masyarakat, serta berbagai bentuk kemaksiatan yang berpotensi merusak fondasi generasi muda harus menjadi perhatian serius dan tanggung jawab kolektif seluruh pihak.

"Ketika pemerintah dan DPRD belum memberikan kepastian yang jelas terhadap berbagai persoalan yang telah disampaikan melalui mekanisme audiensi, maka pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga lingkungan sosialnya. Kami tidak ingin Kota Tasikmalaya mengalami krisis kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya," demikian pernyataan resmi SAPMA PP Kota Tasikmalaya.

Sebagai wujud ikhtiar dan doa bersama, pada Sabtu, 5 September 2026, MUSAPP akan menggelar Sholawat Qubro MUSAPP — sebuah momentum untuk memperkuat jalinan ukhuwah sekaligus mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini juga menyampaikan pesan mendalam kepada para pemangku kebijakan: bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur, melainkan juga dari keberhasilan menjaga moralitas, nilai-nilai agama, keamanan sosial, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

SAPMA Pemuda Pancasila berharap pemerintah daerah dan DPRD Kota Tasikmalaya dapat segera menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab keresahan yang tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, hakikat kepemimpinan bukan sekadar merumuskan kebijakan, melainkan hadir memberikan solusi dan memastikan setiap kebijakan tersebut bermakna bagi kesejahteraan rakyat.

MUSAPP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga Kota Tasikmalaya agar tetap menjadi kota yang religius, aman, dan bermartabat. Sebagaimana prinsip luhur yang dipegang teguh: menjaga nilai kebaikan adalah tanggung jawab bersama.

 Muamar Khadapi, S.PdKetua Cabang SAPMA PP Kota Tasikmalaya

 Red.(Bas).