Sinar Bintang — Kota Tasikmalaya, 3 September 2026 — Pemberitaan yang kami muat sebelumnya terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi bahan pada proyek Revitalisasi SD Negeri Cibungkul, kini mendapat tanggapan dan klarifikasi dari pihak penanggung jawab kegiatan. Sinar Bintang menyambut baik adanya klarifikasi tersebut, dan menilai keterbukaan ini merupakan hal yang positif demi terciptanya pemberitaan yang berimbang serta transparansi pelaksanaan proyek pendidikan yang bersumber dari APBN.
Namun demikian, sebagai bagian dari tanggung jawab jurnalistik dan komitmen terhadap kebenaran faktual, kami merasa perlu menyampaikan penegasan dan catatan tambahan guna melengkapi informasi yang telah disampaikan dalam klarifikasi tersebut, sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang utuh.
**Klarifikasi yang Disampaikan
Sebagaimana diberitakan,oleh salah satu media on-line dari hasil konfirmasi nya dgn pihak sekolah Muhammad Rizal Hakim, selaku Penanggung Jawab Kegiatan sekaligus Kepala SDN Cibungkul, menyatakan bahwa penggunaan cincin besi diameter 6 mm pada bagian pondasi bukan merupakan pelanggaran spesifikasi yang disengaja, melainkan akibat kesalahan pengiriman dari pemasok material. Dijelaskan pula bahwa material yang tidak sesuai tersebut telah dikembalikan dan diganti dengan ukuran yang benar. Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua P2SP, Agus Warto, yang membenarkan bahwa penggantian telah dilakukan.
**Catatan Faktual dan Penegasan
Sinar Bintang mencatat dengan seksama penjelasan tersebut, namun perlu menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan temuan di lapangan saat peliputan berlangsung:
Pertama, temuan ketidaksesuaian yang kami sampaikan sebelumnya tidak hanya terbatas pada persoalan diameter cincin besi di bagian pondasi yang kini diklaim telah diganti. Pengukuran yang dilakukan tim media juga mencatat adanya penyimpangan jarak antar cincin sengkang yang mencapai 24 cm, sementara spesifikasi yang direncanakan adalah 20 cm. Hal ini belum mendapatkan penjelasan rinci dalam klarifikasi yang disampaikan.
Kedua, saat temuan di lapangan kami sampaikan, pihak pelaksana di lokasi tidak menyampaikan informasi bahwa hal tersebut merupakan akibat "salah kirim" yang akan segera diperbaiki. Justru, Ketua Komite Sekolah saat itu menyatakan ketidaksesuaian tersebut merupakan kelalaian tim pelaksana yang dikategorikan sebagai kesalahan belanja, dan berjanji akan membongkar kembali bagian yang tidak sesuai untuk perbaikan. Perbedaan penjelasan ini menjadi catatan tersendiri bagi transparansi proses di lapangan.
Ketiga, kendati klaim bahwa material telah diganti merupakan hal yang patut diapresiasi, hal ini juga mengundang pertanyaan terkait pengendalian mutu dan prosedur penerimaan material di lokasi proyek. Bagaimana material yang tidak sesuai spesifikasi dapat diterima dan dipasang sebelum terlebih dahulu diperiksa kesesuaiannya? Hal ini menjadi penting mengingat nilai proyek mencapai lebih dari Rp2,2 miliar dan menyangkut keselamatan bangunan tempat proses belajar-mengajar berlangsung.
**Pengawasan Tetap Diperlukan
Sinar Bintang tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun. Tujuan pemberitaan sebelumnya semata-mata sebagai bentuk pengawasan publik atas penggunaan anggaran negara, khususnya untuk sektor pendidikan yang sangat strategis. Kami mengapresiasi langkah perbaikan yang telah dilakukan sebagaimana diklaim dalam klarifikasi tersebut.
Namun demikian, kami menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti pada satu pengecekan atau satu kali klarifikasi. Mengingat nilai anggaran yang besar dan masa pelaksanaan yang masih berlangsung, diperlukan pemantauan berkelanjutan — baik dari pihak Dinas Pendidikan, pengawas teknis, komite sekolah, maupun masyarakat — guna memastikan seluruh spesifikasi teknis sesuai dengan dokumen kontrak, bukan hanya pada bagian yang terlihat, melainkan menyeluruh pada seluruh elemen struktur bangunan.
Pendidikan adalah investasi masa depan. Setiap detail konstruksi bangunan sekolah menyangkut keselamatan anak-anak didik kita. Oleh karena itu, ketelitian, kejujuran, dan kepatuhan terhadap standar teknis adalah harga mati yang tidak boleh dikompromikan dengan alasan apapun.
Sinar Bintang akan terus memantau perkembangan pelaksanaan proyek ini hingga selesai, dan tetap membuka ruang konfirmasi bagi seluruh pihak terkait demi terciptanya pemberitaan yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.
Disisi lain kabid SD dinas Pendidikan saat ini sedang DL ke Jakarta
***Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun sebagai bagian dari prinsip jurnalistik berimbang. Sinar Bintang senantiasa menghargai hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak yang diberitakan, serta tetap berpegang pada verifikasi fakta di lapangan demi kepentingan publik,
Red.(Bas)





Social Plugin