Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Kwarran Bungursari Sukses Gelar Pesta Siaga dan Gladi Tangkas: Menumbuhkan Kemandirian dan Semangat Persatuan di Bulan Agustus

Sinar Bintang, Kota Tasikmalaya — 28 Agustus 2026 — Kwartir Ranting (Kwarran) Bungursari menyelenggarakan rangkaian kegiatan kepramukaan yang sarat nilai pendidikan karakter, berupa Pesta Siaga serta Gladi Tangkas dan Lomba Tingkat-2, yang berlangsung di Lapangan SMP Negeri 16 Tasikmalaya. Meskipun pelaksanaannya disesuaikan dari jadwal semula menjelang Hari Pramuka, kegiatan yang digelar pada 28–29 Agustus 2026 ini tetap mempertahankan utuh makna dan semangat peringatan di bulan yang penuh nilai kebangkitan ini.

Dipimpin oleh Bapak Ade Wowon, S.Pd., M.G. selaku Ketua Pelaksana, kegiatan ini telah direncanakan secara matang sejak awal tahun, mencerminkan komitmen Kwarran Bungursari dalam menyelenggarakan pembinaan generasi muda yang terarah dan berkelanjutan.

Hari Pertama: Pesta Siaga dengan Tema “CERIA” — Menanam Fondasi Karakter Sejak Dini

Tepat pukul 07.30 WIB pada Jumat, 28 Agustus 2026, rangkaian kegiatan dibuka secara resmi melalui upacara yang khidmat dan tertib. Mengusung tema “CERIA”, kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik tingkat awal melalui nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya: 

- Cerdas — mendorong kemampuan berpikir aktif, kreatif, dan berilmu;

- Riang — menumbuhkan sikap gembira, berpikiran positif, dan penuh semangat;

- Adaptif — membekali kemampuan menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan lingkungan dan situasi.

Pesta Siaga ini diikuti oleh seluruh pangkalan se-Kecamatan Bungursari, yang melibatkan 16 Sekolah Dasar dan 3 Madrasah Ibtidaiyah, dengan peserta berusia di bawah sepuluh tahun — yakni siswa kelas I hingga kelas III/IV semester I. Sebanyak lima jenis perlombaan disajikan, yang tidak sekadar menguji ketangkasan fisik, melainkan juga melatih kerja sama dan ketelitian: memindahkan air, melempar lembing, melempar cincin, menyeberangi sungai, serta berbagai permainan edukatif lainnya. 

Gladi Tangkas dan Lomba Tingkat-2: Penguatan Kompetensi dan Kedisiplinan Tingkat Lanjut

Memasuki pukul 13.00 WIB setelah pelaksanaan shalat Jumat, kegiatan berlanjut untuk tingkatan Penggalang, yang mencakup dua sesi utama. Pertama, Gladi Tangkas, yang diikuti oleh peserta dari 16 SD dan 3 MI. Kedua, Lomba Tingkat-2, yang diikuti oleh 5 satuan pendidikan tingkat MTs/SMP.

Materi yang diujikan dirancang secara sistematis untuk mengasah keterampilan dasar kepramukaan: baris-berbaris, senam, teknologi sederhana, menaksir, serta kemampuan membaca peta lapangan. Khusus untuk peserta tingkat MTs/SMP, kegiatan dilaksanakan dengan sistem menginap, guna membentuk kemandirian dan tanggung jawab dalam kehidupan bersama. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.

Visi dan Harapan: Membangun Wawasan, Kemandirian, dan Semangat Bersama

Dalam pernyataannya kepada awak media, Bapak Ade Wowon, S.Pd., M.G. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan hasil perencanaan yang matang sejak awal tahun. “Meski pelaksanaannya mundur dari jadwal semula, maknanya tetap utuh — tetap di bulan Agustus, bulan kebangkitan dan semangat persatuan,” ujarnya.

Lebih jauh, beliau menyampaikan harapan yang mendalam terkait tujuan pendidikan yang ingin dicapai: “Harapan kami, wawasan peserta makin terbuka, tidak hanya berkegiatan di lingkungan pangkalan masing-masing, tetapi berkenalan dengan teman-teman dari sekolah lain. Yang paling utama — mereka menjadi lebih mandiri, punya inisiatif, dan lahir gagasan-gagasan yang cemerlang dari diri mereka sendiri.” 

Guna menjamin objektivitas dan standar penilaian yang tinggi, para juri dan pelatih didatangkan langsung dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Tasikmalaya. Selain itu, kegiatan ini juga dibantu oleh para lulusan Kursus Mahir Dasar (KMD) Juni 2026 yang baru saja dilantik — sebuah langkah berkelanjutan sekaligus sarana pengembangan kompetensi bagi para calon pembina muda.

Pesan penutup yang disampaikan kepada seluruh peserta mengandung semangat yang membara: “Tetap jaga kesehatan, tetap solid, dan keluarkan ide-ide terbaik kalian!”


Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan dapat ditumbuhkan melalui jalur pendidikan non-formal yang terstruktur dan bermakna. Semoga semangat yang tumbuh di lapangan ini terus berkembang dan mewarnai perjalanan para peserta di masa depan.***

Red.(Bas).