Hot Posts

6/recent/ticker-posts

FOSSMA Sampaikan Tuntutan Aspirasi Strategis,Walikota Kota Tasikmalaya Siap Tindaklanjuti dan Strategi

Sinar Bintang, Kota Tasikmalaya – Selasa, 14 Juli 2026 Suasana khidmat sidang Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya sesaat berubah menjadi ruang dialog publik yang bermakna, ketika Forum Silahturahmi Solusi Masyarakat (FOSSMA) menyelenggarakan audiensi di lingkungan gedung dewan pada Selasa lalu. Kehadiran elemen masyarakat ini disampaikan tepat saat sidang sedang berlangsung, dengan maksud menyampaikan aspirasi yang telah disusun secara sistematis, beriringan dengan visi dan misi pembangunan daerah yang berkeadilan dan beradab.

Kedatangan delegasi FOSSMA yang beranggotakan lima orang dari Divisi Hukum sempat mengundang perhatian segenap peserta sidang, hingga akhirnya pimpinan rapat memutuskan untuk menunda sementara jalannya sidang. Menanggapi hal tersebut, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan didampingi Ketua DPRD H. Aslim, S.H., berkenan menemui langsung perwakilan masyarakat di lokasi audiensi sebagai wujud penghormatan terhadap hak rakyat untuk bersuara.

Dalam penyampaiannya, Pengurus FOSSMA Dani Safari Effendi, S.H., M.ME., menyampaikan pernyataan yang tegas namun tetap santun dan berdasar:

"Rapat Paripurna ini digelar, seluruh fasilitas, honorarium, dan operasionalnya sepenuhnya bersumber dari uang rakyat—termasuk saya sebagai bagian dari rakyat. Oleh karena itu, saya berhak menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut. Saya meminta Bapak Walikota dan Pimpinan DPRD untuk hadir berbicara langsung dengan kami di sini," ujarnya dengan lantang dan penuh keyakinan.

Respon yang diberikan Walikota Tasikmalaya justru menunjukkan keterbukaan yang luar biasa dan sikap menghargai kritik. Beliau terlihat mengacungkan jempol kepada tim FOSSMA, lalu melangkah mendekat dengan senyum ramah dan menyampaikan kesiapan penuh:

"Siap, saya terima dan dukung sepenuhnya. Kami siap merealisasikan kebutuhan yang Anda sampaikan, akan segera kami disposisikan dan tindaklanjuti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan maupun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya." 

Lebih lanjut, FOSSMA menegaskan komitmennya untuk turut serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah, bukan sekadar menyampaikan tuntutan namun juga menawarkan langkah nyata. Organisasi ini menawarkan kontribusi nyata dalam berbagai bidang krusial. 

Salah satu fokus utama yang ditawarkan adalah penanganan masalah knalpot bising dan kenakalan remaja. Di sini FOSSMA tidak hanya berharap pada penindakan hukum semata, melainkan siap memberikan kontribusi berupa pemberian ilmu, kesadaran, dan edukasi yang mendalam. Langkah konkretnya adalah dengan turun langsung mendatangi setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah ke atas di seluruh Kota Tasikmalaya. Di lingkungan sekolah, tim FOSSMA akan berinteraksi langsung dengan para pelajar, menjelaskan dampak buruk knalpot bising bagi kesehatan pendengaran, gangguan ketenangan masyarakat, hingga bahaya perilaku ugal-ugalan yang sering menyertainya. Melalui pendekatan yang menyentuh hati dan akal sehat ini, diharapkan benih kesadaran tumbuh sejak dini, sehingga generasi muda ikut menjadikan diri sebagai pelopor ketertiban dan keamanan di jalan raya. 

Selain bidang pendidikan karakter tersebut, FOSSMA juga siap mendukung aparat penegak hukum dalam penertiban di lapangan, serta turut berperan aktif dalam membasmi berbagai bentuk kemungkaran di tengah masyarakat—seperti penyimpangan nilai dan praktik yang bertentangan dengan norma sosial, agama, serta kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Tasikmalaya. 

Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut hangat langkah partisipatif ini, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab eksekutif dan legislatif semata, melainkan juga dukungan kritis dari keseluruhan elemen masyarakat. Dialog yang berlangsung hangat ini pun menjadi bukti nyata demokrasi yang hidup, di mana aspirasi rakyat didengar, dihargai, dan ditindaklanjuti dengan langkah yang saling menguatkan.Pungkasnya.

Red.(Bas).