Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Apresiasi Warga Sukaratu: Jalan Tembusan Ciponnyo–Indihiang Kini Dibangun Layak Sesuai Harapan

Sinar Bintang, Tasikmalaya, 23 Juni 2026 —Pembangunan infrastruktur jalan raya senantiasa menjadi indikator utama kemajuan suatu wilayah, sekaligus menjadi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat. Hal ini tercermin jelas pada pelaksanaan proyek rekonstruksi ruas jalan Sukagalih–Ciponnyo, yang merupakan bagian dari jalur tembusan menuju Indihiang, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Dengan nilai kontrak mencapai Rp3.314.307.940,00 dan bersumber dari skema Dana Pinjaman Daerah, proyek ini hadir sebagai jawaban atas keluhan dan harapan yang telah terpendam sekian lama di kalangan warga setempat.

Selama bertahun-tahun, kondisi ruas jalan ini menjadi keluhan utama warga: permukaannya banyak berlubang, struktur lapisannya telah mengalami kerusakan lanjut, dan sering kali menjadi lokasi terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas. Sebagai satu-satunya jalur akses utama yang menghubungkan wilayah Kecamatan Sukaratu dengan pusat pemerintahan dan perekonomian Kota Tasikmalaya melalui jalur tembusan Ciponnyo–Indihiang, kerusakan jalan ini menimbulkan berbagai dampak negatif. Di antaranya adalah meningkatnya biaya operasional kendaraan, risiko keselamatan perjalanan, serta terhambatnya kelancaran mobilitas barang dan jasa. Meskipun pembiayaannya bersumber dari pinjaman daerah yang pada dasarnya menjadi tanggung jawab kolektif warga, kehadiran proyek ini tetap disambut dengan rasa syukur, mengingat kebutuhan akan akses yang layak sudah sangat mendesak.

Apresiasi atas perhatian pemerintah daerah ini disampaikan oleh Ramdan tauhid dari Majelis Pertimbangan Organisasi MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Tasikmalaya. Dan ketua PAC kecamatan sukaratu H. Abud suciptra  keduanya menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya menyelesaikan masalah fisik jalan, tetapi juga membuka ruang bagi peningkatan kesejahteraan warga. “Selama ini kami terus menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan yang rusak parah. Kini harapan itu terwujud. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang telah mengakomodasi aspirasi masyarakat. Jalan yang menjadi jalur penghubung menuju Indihiang dan Kota Tasikmalaya ini kini mulai diperbaiki, sehingga menjadi beban tersendiri bagi setiap pengguna,” ungkapnya.

Kebahagiaan pun tersimpan jelas di raut wajah anak-anak sekolah yang bersekolah di SMP Negeri 1 Sukaratu. Mereka merasa sangat bangga dan tulus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai pengguna rutin lintasan ini, mereka merasakan manfaat langsungnya: perjalanan ke sekolah kini menjadi lebih aman, nyaman, dan tidak lagi terhambat oleh lubang atau permukaan jalan yang rusak seperti sebelumnya.

Namun, dalam perjalanan pelaksanaannya, proyek ini tidak lepas dari pengawasan dan pertanyaan kritis dari lingkungan masyarakat. Perhatian tertuju khususnya pada aspek teknis pelaksanaan, terutama terkait metode pemasangan komponen saluran pembuangan air atau yang dikenal secara lokal sebagai uditch. Menanggapi hal tersebut, Iyus selaku penanggung jawab bidang administrasi dan teknis proyek memberikan penjelasan secara sistematis, mendasar, dan sesuai dengan kaidah keteknikan yang berlaku.

“Perlu dipahami bahwa setiap tahapan pekerjaan berpedoman pada dokumen kontrak dan spesifikasi teknis yang telah disetujui. Dalam rincian anggaran yang ditetapkan, tidak tercantum alokasi biaya untuk pembuatan lantai kerja berbahan beton bermutu FC 10. Oleh karena itu, untuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan memastikan posisi komponen saluran terpasang dengan tegak lurus dan sejajar, kami menggunakan lapisan pasir sebagai media perata. Penggunaan bahan ini dimaksudkan semata untuk penyelarasan posisi, bukan sebagai struktur penahan beban, sehingga tidak ditetapkan ketebalan tertentu melainkan disesuaikan dengan kebutuhan penyamarataan permukaan,” jelas Iyus dengan rinci.

Lebih lanjut ia menjelaskan tahapan pekerjaan secara menyeluruh: “Setelah posisi komponen terpasang dengan benar, pekerjaan dilanjutkan pada perbaikan badan jalan. Bagian yang mengalami kerusakan parah diperbaiki dengan penambahan material agregat kelas B hingga mencapai ketinggian yang sama dengan lapisan aspal eksisting yang masih layak. Setelah permukaan menjadi rata dan padat, barulah dilakukan proses pengaspalan kembali untuk memperoleh lapisan permukaan yang kuat dan nyaman dilalui.”

Menanggapi keinginan warga yang meminta agar saluran air yang terpasang tepat di depan lingkungan tempat tinggal mereka ditutup rapi demi keamanan dan kenyamanan, Iyus menyampaikan sikap terbuka dan solutif. “Meskipun pekerjaan penutupan saluran tidak tercantum dalam daftar item utama, kami tetap mengakomodasi permintaan tersebut. Penutupan dilakukan menggunakan beton bermutu FT 20 yang telah dialokasikan dalam anggaran untuk kebutuhan penunjang lapangan. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap kepentingan warga sekitar lokasi pekerjaan.”

 

Klik Vidio Ini..!

Tidak hanya berhenti pada ruang lingkup kontrak, tim pelaksana juga melakukan perbaikan pada kondisi bahu jalan yang telah lama terabaikan. “Selama bertahun-tahun tidak ada perawatan rutin, bahu jalan ini tertimbun tanah dan endapan pasir yang terbawa aliran air saluran irigasi. Akibatnya, terbentuklah gundukan menyerupai tanggul yang ditumbuhi rumput tinggi dan semak belukar. Selain mengurangi lebar efektif jalan, kondisi ini juga menimbulkan kesan lingkungan yang kurang terawat. Meskipun tidak masuk dalam lingkup pekerjaan utama, kami membersihkannya menggunakan ekskavator mini agar proses pengerjaan lebih efektif dan hasilnya lebih rapi. Langkah ini diambil agar setelah proyek selesai, tidak hanya permukaan jalannya yang baik, tetapi juga lingkungan sekitarnya menjadi lebih bersih, tertata, dan memberikan kesan estetis yang layak,” tegas Iyus dengan nada yang tegas namun tetap menjelaskan secara logis.

Secara keseluruhan, proyek ini menjadi jawaban atas keluhan sekaligus wujud perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga Kecamatan Sukaratu. Dengan tetap berpegang pada ketentuan yang berlaku sekaligus melakukan penyesuaian yang wajar demi kepentingan bersama, diharapkan rekonstruksi ruas jalan Sukagalih–Ciponnyo dan jalur tembusan menuju Indihiang ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, meningkatkan kenyamanan perjalanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah setempat."Pungkasnya.

Red.(Bas).