Sinar Bintang — Kota Tasikmalaya, 11 Agustus 2026
Di tengah beragam potensi agrikultur yang dimiliki Kota Tasikmalaya, Kecamatan Bungursari menyimpan satu keunggulan yang patut dibanggakan: keberhasilan pengembangan budidaya lobster air tawar. Usaha yang dirintis dari ketekunan, ketelitian, dan semangat inovasi ini tumbuh bukan semata karena berkah alam, melainkan lahir dari kegigihan putra daerah yang bertekad membuktikan bahwa masyarakat pun mampu menghadirkan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang setara dengan produk dari kawasan maju.
Keberhasilan yang diraih nyata adanya. Dari kelima belas kolam tersebut, sistem budidaya terpadu mampu menghasilkan panen sekitar satu kuintal setiap bulan. Angka ini menunjukkan produktivitas yang signifikan, sekaligus membuktikan bahwa usaha ini layak dikembangkan menjadi sentra produksi berkelanjutan. Lebih dari sekadar angka, keberadaan kelompok TASTER telah menyerap enam tenaga kerja tetap, membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar dalam rangkaian kegiatan mulai dari penetasan, pemeliharaan, pengembangbiakan, hingga pasca-panen.
Pencapaian ini pun telah menarik perhatian kalangan akademik maupun publik. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, IPB University dan Universitas Siliwangi kerap hadir untuk meneliti sistem pemeliharaan dan pengembangbiakan yang diterapkan. Bahkan peneliti dari luar negeri — Nigeria — pernah datang secara khusus guna mempelajari pola budidaya hingga tata cara panen. Tak kurang, kunjungan kerja Kementerian Ketenagakerjaan pada era Presiden Joko Widodo serta kesaksian langsung PT. ADARO Energy Kalimantan Sandiaflga Uno menjadi pengakuan tersendiri atas kualitas dan prospek pengembangan yang dimiliki.
Dari sisi pemasaran, jangkauan pasar telah melampaui batas wilayah Kota Tasikmalaya. Hasil panen rutin dikirim ke Tangerang, Bogor, Depok, hingga Jakarta, sementara di dalam kota telah terjalin kerja sama penyediaan pasokan dengan dua hotel ternama, yaitu Hotel Santika dan Cordella. Ini membuktikan bahwa produk lokal Bungursari telah memenuhi standar mutu yang diterima pasar kelas menengah ke atas.
Namun di balik capaian yang gemilang tersebut, tersimpan satu harapan yang belum tergenapi: perhatian berkelanjutan dari jajaran substansi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Kunjungan Wali Kota Tasikmalaya sebelumnya sempat disambut harapan besar, namun hingga kini belum bertransformasi menjadi dukungan riil yang menyentuh aspek pengembangan pasar, pendampingan teknis, maupun fasilitasi kemitraan usaha. Kerinduan kelompok TASTER bukanlah berupa bantuan semata, melainkan adanya kemitraan strategis agar potensi yang sudah nyata ini dapat dikembangkan lebih luas, dijadikan ikon unggulan kecamatan, dan menjadi jembatan menuju pasar yang lebih terbuka lagi.
Sudah sepatutnya prestasi yang diraih kelompok TASTER Bungursari tidak berhenti di sini. Peran pemerintah selayaknya hadir untuk menjembatani potensi dengan peluang, melirik dan mendukung secara nyata agar bibit unggul dari Bungursari kelak tumbuh menjadi kebanggaan Tasikmalaya yang dikenal hingga seantero negeri."***
Red.(Bas).



Social Plugin