Sinar Bintang My Id kota Tasik — Panitia Pembangunan SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya membantah keras tudingan penyelewengan anggaran proyek sekolah yang diembuskan oleh salah satu portal media online. Atas pemberitaan yang dinilai sebagai hoaks tersebut, pihak panitia berencana melaporkan media bersangkutan ke Dewan Pers.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komite sekaligus mantan Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan SMAN 11 Kota Tasikmalaya, H. Nanang Nurjamil, dalam konferensi pers yang digelar di salah satu ruang kelas baru sekolah tersebut, Kamis (23/4/2026). Acara ini turut dihadiri Sekretaris Komite H. Imih, mantan Plt. Kepala SMAN 11 Dr. Yonandi, dan puluhan jurnalis.
"Apa yang diberitakan di portal media online tersebut adalah hoaks dan tidak dapat dibenarkan. Proyek pembangunan sekolah ini telah diperiksa oleh Inspektorat Provinsi Jawa Barat dan dinyatakan selesai tanpa masalah," ungkap Nanang sembari menunjukkan berkas berita acara hasil pemeriksaan kepada para wartawan.
Nanang menjelaskan, pihaknya telah berupaya mencari alamat redaksi media tersebut untuk memberikan hak jawab. Namun, alamat boks redaksi (redbox) media itu tidak ditemukan atau tidak jelas.
"Karena tidak ada itikad baik dan alamat redaksinya fiktif, kami akan melaporkan masalah ini ke Dewan Pers sebagai bentuk pengaduan resmi dari tim kami," tegasnya.
Terkait transparansi dana, Nanang merinci bahwa pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 11 Kota Tasikmalaya mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat dalam dua tahap. Tahap I sebesar Rp4,1 miliar dan Tahap II sebesar Rp3 miliar. Pihaknya mengklaim seluruh anggaran telah diterapkan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
*Terkendala Akses Jalan*
Selain meluruskan isu anggaran, panitia juga menyoroti kendala akses jalan menuju sekolah yang berpotensi menghambat kegiatan belajar mengajar. Menurut Nanang, pihak pemberi hibah tanah, H. Ade Hermawan, membatalkan nazarnya untuk mengaspal jalan tersebut.
"Kini akses jalan itu justru harus dibeli. Pihak sekolah sudah mengadakan pertemuan dengan Pak Ade, namun buntu (deadlock). Oleh karena itu, Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XII kini tengah berkoordinasi dengan Wali Kota Tasikmalaya untuk mencari solusi," ujar Nanang.
Di tempat yang sama, mantan Plt. Kepala SMAN 11 Kota Tasikmalaya, Dr. Yonandi, menyayangkan adanya pemberitaan negatif dan polemik jalan ini, mengingat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan segera dimulai. Ia khawatir isu ini akan mengganggu minat putra-putri di Kecamatan Bungursari untuk mendaftar.
"Kami berharap kehadiran rekan-rekan media hari ini dapat mengklarifikasi narasi negatif tersebut. Masalah jalan juga diharapkan segera mendapat solusi, karena SMAN 11 Kota Tasikmalaya disiapkan menjadi sekolah unggulan yang akan melahirkan generasi terbaik di masa depan," tutup Yonandi.
(Bayu/KF)


Social Plugin